(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa
barokaatuh…
Kegiatan pembinaan untuk Mahasiswa Baru pada tahun
2012 ini insyaALLAH akan berbeda dari sebelum-sebelumnya. Jika dulu kegiatan pembinaan
termasuk dalam rangkaian agenda STUDIKA (Studi Islam Kampus) dengan bentuk
mentoring, namun tahun ini kegiatan pembinaan terpisah dari STUDIKA, yang
sekarang bernama PENDIKAR (Pendidikan Karakter). Tahun 2011 lalu memang sudah
pernah coba diterapkan konsep PENDIKAR, namun mungkin dikarenakan kurang
matangnya konsep PENDIKAR, dan terkesan mendadak, jadi pembinaan PENDIKAR masih
kurang terasa berbeda dengan kegiatan pembinaan STUDIKA sebelum-sebelumnya.
Awalnya agak merasa kurang simpatik dengan konsepan
program pembinaan yang baru ini, karena ada beberapa alasan yang membuat saya
berpikiran seperti itu.
1. Kelompok PENDIKAR
2012 Campuran 9 Fakultas
Satu kelompok pembinaan PENDIKAR terdiri dari campuran
beberapa mahasiswa baru yang berasal dari 9 fakultas berbeda se-Universitas
Tanjungpura. Saya berpikir, tidak mungkin bisa mengumpulkan mahasiswa dari
berbagai fakultas untuk berkumpul dalam satu hari bersamaan, karena
masing-masing fakultas tentunya memiliki jadwal yang berbeda-beda.
2. Proses Pencarian
Tutor Lewat Pendaftaran SMS
Rasanya kurang etis saja, jika mencari seorang tutor
dengan melalui pendaftaran SMS.
3. Tutor
& Tutee Berbeda Background
Bagaimana bisa menyambung komunikasi antara Tutor
& Tutee yang berbeda background. Karena biasanya untuk tahap mentoring ini
lebih ke pengenalan kondisi kampus terlebih dulu, jadi menurut saya jika Tutor
& Tutee berbeda background, tentu sulit jika membahas masalah di kampusnya
masing-masing.
Itu adalah beberapa hal yang menjadi pertimbangan,
kenapa saya kurang simpatik dengan konsep PENDIKAR 2012. Konsepan STUDIKA yang
dilaksanakan setiap fakultas saja sulit untuk diterapkan, padahal dengan
kondisi 1 kelompok masih 1 fakultas, mentor & mentee-nya memiliki
background yang sama.
Tapi, setelah dipikirkan benar-benar
sebenar-benarnya, mungkin konsep PENDIKAR 2012 tidak seburuk yang dibayangkan.
Mungkin ketidak simpatikan saya muncul karena ini merupakan konsep yang baru,
dan saya belum pernah melihat hasil realnya, sehingga saya masih sulit percaya.
Namun jika benar-benar dipertimbangkan, konsep PENDIKAR 2012 bisa menjadi
sarana yang sangat bagus untuk program pembinaan, bahkan lebih bagus daripada pembinaan
STUDIKA sebelum-sebelumnya.
1. Ukhuwah
Salah satu tujuan program pembinaan adalah menjalin
ukhuwah. Konsepan STUDIKA yang dulu-dulu dilakukan adalah “dari, untuk, dan
oleh satu kampus yang sama”. Misal, si A berada satu kelompok dengan si B yang
sama-sama satu fakultas X dengan mentornya juga dari fakultas X. Hasilnya,
ukhuwah yang terbentuk adalah ukhuwah sesama muslim fakultas X, sementara
dengan fakultas lain tidak terlalu dihiraukan. Dengan konsepan PENDIKAR yang
sekarang campur baur kelompoknya, insyaALLAH ukhuwah yang akan terbentuk adalah
ukhuwah sesama muslim, tanpa terbatas oleh dinding fakultas. Terlebih lagi
dengan berasal dari berbeda-beda fakultas dalam satu kelompok, tentu akan
memberikan warna di kelompok tersebut.
2. Kemauan
Tutor
Para tutor yang berminat, dipersilahkan mendaftar
lewat SMS. Lucu juga sih sebenarnya, kayak daftar apaa gitu. Tapi, jika
dipikirkan baik-baik, sebenarnya lebih bagus dengan cara seperti ini. Karena
saya yakin mereka yang mengirimkan SMS untuk mendaftar menjadi Tutor, itu
artinya mereka punya kemauan serius untuk menjadi Tutor. Daripada harus ditunjuk-tunjuk,
sementara yang ditunjuk belum tentu punya kemauan untuk menjadi Tutor, ujung-ujungnya
merasa terpaksa karena sudah ditunjuk. InsyaALLAH, mereka yang sudah serius mendaftarkan
diri menjadi seorang Tutor tanpa menunggu ditunjuk, merupakan orang-orang yang ikhlas
dalam berda’wah, tanpa merasa keterpaksaan.
3. Tutor &
Tutee Berbeda Background
Dalam konsep PENDIKAR sudah pasti sebagian besar
Tutee akan memiliki perbedaan background dengan Tutornya. Namun, justru itu
menjadi kemudahan. Kemudahan dalam pendistribusian sumber daya tutor. Karena jika
dilihat dari konsepan STUDIKA sebelum-sebelumnya, ada beberapa fakultas yang benar-benar
memiliki kekurangan sumber daya tutor, sehingga kesulitan dalam melakukan
proses pembinaan. Sementara yang memiliki banyak sumber daya, tetap saja masih
merasa kekurangan sumber daya. Akhirnya yang kekurangan mencari-cari, yang banyak
tidak ingin berbagi. Dan dengan konsepan PENDIKAR yang sekarang ini, insyaALLAH
tidak akan lagi ada kekurangan sumber daya. Tinggal bagaimana kemampuan pribadi
masing-masing Tutor & Tutee dalam beradaptasi dengan perbedaan background
yang ada.
4. Perekrutan?
Mungkin ini yang terkadang dikhawatirkan oleh
fakultas, khususnya LDF-nya. Khawatir jika proses pembinaan, dipegang oleh
Tutor yang berbeda fakultas, maka si mahasiswa baru pun tidak bisa direkrut ke
fakultas asalnya. Mungkin yang perlu dipahami ialah tujuan dari pembinaan adalah
untuk mendidik seseorang menjadi lebih baik, bukan untuk merekrut. Merekrut
adalah tugasnya organisasi, seringnya kita berpandangan bahwa proses pembinaan bertujuan untuk perekrutan. Padahal tidak. Tujuan
pembinaan, ya untuk membina seseorang agar menjadi lebih baik. Jika nanti
apakah dia akan terekrut ke LDF atau tidak, itu bukan bagian dari pembinaan. Seharusnya,
pembinaan terus berjalan, meskipun yang dibina itu terekrut atau tidak. Karena masalah
apakah si objek pembinaan dalam hal ini mahasiswa baru ingin terlibat atau
tidak dalam lembaga da’wah, itu tergantung dari pemahaman dan kemauan dirinya
pribadi, dan tentunya semua itu ALLAH yang menggerakkan. Sepaham apapun si
objek pembinaan tentang da’wah, kalau dirinya tidak membuka diri untuk ALLAH
gerakkan hatinya, tetap tidak akan pernah terlibat dirinya. Jangan pernah
membebankan tugas perekrutan kepada pembina, karena tugas membina saja
sebenarnya sudah berat, karena harus mengarahkan orang menjadi lebih baik,
apalagi jika harus tiambah mengarahkan untuk bergabung dengan suatu organisasi
yang belum tentu si objek binaan mengingikannya. Gunakan fungsi organisasi
sebagai media perekrutan.
5. Masalah
Teknis
Untuk pertimbangan masalah teknis, seperti
pencocokan jadwal masing-masing tutee yang berbeda-beda, saya pikir itu bisa
diatur nanti di dalam kelompok masing-masing. Asalkan ada niat, ada jalan.
Karena belajar dari konsepan STUDIKA sebelum-sebelumnya, meskipun satu
fakultas, bahkan satu prodi, kalau memang tidak niat, baik Tutor atau
Tutee-nya, tetap saja tidak akan berjalan kegiatan pembinaannya. Jadi,
perbedaan bukan menjadi alasan, insyaALLAH.
Mungkin memang benar, kita meragukan konsep baru
karena kita belum pernah melihat hasil dari konsepan PENDIKAR seperti apa. Tapi
kita masih bisa melihat hasil dari konsepan STUDIKA sebelum-sebelumnya
bagaimana. Khususnya di fakultas saya sendiri.
Semoga proses PENDIKAR bisa berjalan dengan baik.
Selamat berjuang para simpatisan PENDIKAR. :)
Wassalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa
barokaatuh…