BUKU : TAUSHIYAH UNTUK AKTIVIS ISLAM - KATA PENGANTAR DR. NAJIH IBRAHIM

(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...

Agama adalah nasihat. Demikian sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan itu pula yang memotivasi saya untuk menulis buku ini. Saya tulis buku ini, bukan lantaran menganggur, tidak ada yang bisa saya kerjakan. Juga bukan karena saya tahu ada pembaca yang akan membaca buku ini. 

Saya tulis buku ini, karena merasa ada nasihat yang perlu saya sampaikan kepada saudara-saudaraku, para aktivis Islam, sebagai bukti andilku di perjalanan penuh berkah ini, perjalanan penegakan agama dan panjinya.

Abdullah bin Rawahah radhiyallahu anhu berkata, "Kita memerangi manusia bukan dengan senjata, kekuatan, dan pasukan banyak. Namun, dengan agama, di mana ALLAH memuliakan kita dengannya." (Diriwayatkan Ibnu Ishaq)

Kita mesti lebih prima dalam berpegang teguh dengan agama, daripada ketergantungan tentara dengan senjata di kancah perang. Apa yang bakal terjadi jika tentara tidak peduli dengan senjatanya? Tentu, harapan untuk menang yang sudah ada di genggaman tangan sirna dan harapan untuk hidup musnah.

Para pembela agama juga begitu. Jika mereka cuek dengan agama mereka, kendati dalam bobot yang tidak terlalu besar, maka peluang untuk menang menipis. Sebab, ALLAH ta'ala hanya menolong orang yang taat, ikhlas, berpegang teguh dengan-Nya, dan bertawakkal kepa-Nya. ALLAH ta'ala berfirman :
"Dan ALLAH pasti menolong orang yang menolong-Nya." (Al-Hajj : 40)

Jadi, siapa yang tidak menolong Tuhannya, Dia tidak menolongnya. Dan, siapa tidak taat kepada-Nya, Dia membiarkannya bersama musuh-mushnya. Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu berkata, "Jika kita tidak mengalahkan musuh dengan ketaatan kita, mereka menaklukkan kita dengan kekuatan mereka."

Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu tidak terlalu risau bila pasukannya diserang musuh dan lebih cemas jika pasukannya mengerjakan dosa. Ini bukti kesempurnaan pemahamannya dan kecerdasan otaknya.

Kita mesti tahu bahwa ALLAH ta'ala menjamin menolong dan melindungi agama-Nya. Siapa berputar bersama Islam di mana saja roda Islam berputar, hati dan sekujur tubuhnya taat kepada ALLAH ta'ala, ia pasti diberi pertolongan. Dan, siapa berpaling dari jalan lurus, kemenangan menjauh darinya.

ALLAH ta'ala amat tahu semua kondisi kita. Dia tahu apa saja, yang ada di batin kita dan niat kita. Dia tahu apa yang ada di lahiriyah dan amal perbuatan kita. Dia Maha Bijaksana, dalam arti meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dia hanya memberikan bonus perlindungan dan pertolongan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Sedang orang-orang yang tidak berhak menerimanya, mereka layak menerima kehinaan dan keterpurukan. Kita berlindnug diri kepada-Nya dari kehinaan di sisi-Nya.

Jiwa itu liar, setan memprovokasi manusia untuk melakukan tindakan kejahatan, dunia bersolek indah, dan hawa nafsu seringkali tampil sebagai pemenang. Keempat hal ini ingin mencelakakan manusia di dunia dan akhirat.

Sungguh, keempat hal itu: jiwa, setan, dunia, dan hawa nasu, musuh kita yang paling bebuyutan. Jika kita mampu menundukkannnya, kita lebih mudah menaklukkan musuh kita, dari kalangan manusia dan jin.

Tapi, jika kita dijinakkan keempat musuh itu, kita tidak ada bedanya dengan musuh-musuh kita dalam kemaksiatan. Hanya ada sedikit perbedaan antara kita dengan mereka, yaitu mereka punya kekuatan, sedang kita tidak. Maka, sudah logis, kalau kita jadi pecundang.

Kata-kata saya di buku ini sebuah taushiyah (nasihat), yang dapat membantu mengalahkan jiwa, setan, dunia, dan hawa nafsu.

Akhi (saudaraku), aktivis Islam, perhatikan, saya di sini ingin menunjukkan Anda kepada kebaikan, demi menutupi celah kosong yang saya lihat, atau meluruskan kesalahan yang ada.

Peran saya di sini ialah berkata atau menasihati. Hanya saja, celah kosong tidak mungkin dapat ditutup, kerusakan tidak membaik, dan kebaikan tidak terwujud, kecuali dengan beramal nyata.

Akhi, inilah peran Anda dan peran kita semua. Yaitu berbuat dan berkarya.

Kata-kata saya di sini tidak hanya untuk dibaca. Tapi, untuk dipahami dan dikerjakan. ALLAH ta'ala berfirman :
"Dan katakan, 'Bekerjalah kalian, maka ALLAH dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat perkerjaan kalia, dan kalian akan dikembalikan kepada (ALLAH) Yang Mengetahui hal ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan'." (At-Taubah : 105)

Dr.Najih Ibrahim

Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...