KAK DEVI PIS

(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...

Ok. Kali ini tulisan saya akan mengangkat biografi salah seorang partner kerja saya di ROHIS, yang bernama Devi PIS.

Profil Singkat
Namanya Devi Puji Indahsari, biasa saya memanggilnya kak Devi. Lahir pada tanggal 2 Oktober 1988. Bertempat tinggal di Jl.Suwignyo, Gg.Sudiharjo 2, No.19. Orangnya selalu berjilbab, jilbabnya kurang lebih sepundak, pecinta warna-warna cerah, profesinya yang saya tau, yaitu mengajar, penyiar radio, dan aktif di beberapa EO. Orangnya ramah, dewasa, sopan, ceria, sederhana, dan nyaman diajak berdiskusi. 

Perkenalan
Pertama kali ALLAH mempertemukan saya dengan kak Devi pada bulan Februari 2009. Ketika itu ada suatu agenda konsolidasi para penanggungjawab ROHIS sekolah. Salah satu agendanya adalah mendiskusikan rencana program untuk ROHIS kedepan. Karena itu merupakan pertama kalinya saya berada di agenda seperti itu, dan pertama kalinya juga saya bertemu dengan beberapa pengurus ROHIS sekolah, khususnya ROHIS SMA Negeri 7 seperti kak Devi, saya bingung dan penuh pertanyaan, bingung dengan apa yang dibingungkan. Apalagi di situ saya bertemu dengan kak Devi, yang sebenarnya saya merasa kayak pernah ketemu sebelumnya ketika masih sebagai siswa SMA Negeri 7, tapi mungkin karena tidak pernah terlalu kenal, bahkan sangat tidak pernah kenal, maka saya masih menganggapnya sebagai orang asing.

Selain bingung, saat itu saya juga merasa aneh dengan kondisi waktu itu. Pertama, merasa aneh karena bagi saya kak Devi adalah orang asing yang baru saya kenal. Kedua, merasa aneh karena jarang-jarang, bahkan seingat saya, saya belum pernah yang namanya harus berkoordinasi atau satu tim dengan yang namanya perempuan sebelum-sebelumnya, dimanapun! Salah satu pertanyaan dipikiran saya waktu itu adalah, “Kenapalah harus dengan perempuan!”. Mana kalau syuro’ lebih sering ke rumah kak Devi lagi, DUH! Yang bikin berat bukan masalah jarak rumahny atau apa, tapi yang bikin berat adalah karena bagi saya ke rumah perempuan yang tidak dikenal itu merupakan suatu hal yang tidak sopan, mana hampir tiap minggu lagi. Koordinasi lewat SMS yang kadang lewat jam malam. Butuh adaptasi besar selama beberapa bulan, baru saya bisa menghapus peraturan sendiri, dan nerima bahwa diri saya sedang satu tim dengan perempuan.

Tapi, dari situlah saya mulai sedikit terbiasa ketika harus ditempatkan satu tim dengan yang namanya perempuan, baik itu di organisasi kampus, non kampus, atau ketika kerja kelompok. Entah rasa terbiasa nih merupakan suatu kemajuan atau suatu kemerosotan, saya sendiri kadang merasa khawatir dengan ke-terbiasa-an saya.

Kak Devi kalau menurut saya, tipe orangnya sabar & telaten, ya salah satunya dengan pengalamannya menjadi penanggungjawab ROHIS selama eeee… saya tidak tau pasti kapan kak Devi mulai gabung sebagai penanggungjawab ROHIS, tapi hitung saja dari tahun 2007 (ketika lulus) sampai sekarang (2012). Kurang lebih mungkin 5 tahun, dan orang lama yang masih bertahan sampai sekarang ya cuma kak Devi, dimana yang lainnya satu per satu sudah silih berganti.

Ya, mungkin tidak banyak yang saya tau tentang kak Devi, karena beliau seorang akhwat, maka masing-masing harus menjaga jarak, tidak seperti taunya saya pada sahabat-sahabat saya yang lain. Komunikasi kami lebih sering hanya hal-hal yang berhubungan dengan ROHIS, atau LSK (karena saya & kak Devi sama-sama terlibat di LSK). 

Do’a & Harapan 
Semoga kak Devi menjadi wanita yang sholehah, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, menjadi saudara yang sayang keluarganya, menjadi sahabat yang baik di lingkungan pergaulannya, menjadi pengajar yang penuh kesabaran & keikhlasan, lalu ke depannya bisa menjadi istri yang baik bagi suaminya, dan ibu yang penuh kasih sayang buat anak-anaknya. Semoga bisa jadi ADS permanen di SMAN 7 Pontianak. Semoga dibukakan pintu-pintu rizki yang halal & berkah. Semoga dimudahkan urusan-urusan profesinya. Semoga segera dipertemukan dengan jodohnya yang sesuai janji ALLAH di surah An-Nuur ayat 26, agar ketika cita-cita ke Australi dikabulkan, tidak safar sendirian. Semoga tetap istiqomah di jalan da'wah. Semoga diberi kesabaran dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Semoga dijaga dari segala mara bahaya dunia, dijaga dari segala gangguan orang-orang yang berniat buruk, dijaga dari godaan setan & sekutunya, serta dijaga dari siksa api neraka, dan dimudahkan memasuki surga ALLAH. Semoga khusnul khotimah menunggunya di akhir hayatnya. Semoga selalu dilimpahkan kesejahteraan, dirahmati, dan diberkahi oleh ALLAH.

Oya, ketika akan pergi umroh, ada beberapa titipan dari kak Devi lewat saya, yaitu :
1.Semoga bisa sidang akhir Juli 2012 dan dapat nilai A, dilancarkan juga
2.Diberi kesehatan lahir bathin
3.Dilancarkan hajatnya & diberkahi
4.Bisa menyusul ke sana (Mekkah) dengan orang yang dicintai
5.Da’wah sekolah sukses dan punya banyak kader
6.Sebut-sebut nama kakak ye bil

InsyaALLAH sudah disampaikan di sana.

Syukron sudah menjadi partner kerja selama mengurusi ROHIS. ‘Afwan jika selama berinteraksi ada kata-kata yang menyinggung, tidak bisa menjaga adab yang baik ketika berinteraksi, banyak cengengesan, atau mungkin ada sikap yang kurang sopan. Atau mungkin gara-gara nyindir foto, jadi kak Devi harus ganti fotonya. Bukan mau menggurui sebenarnya, tapi, yaa….

Jazakallah khairan katsiir kak Devi.
Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...