Assalaamu
'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
Pada
tulisan kali ini, Saya akan menceritakan tentang salah seorang Sahabat Facebook
Saya yang bernama Nopitasari.
Namanya
Nopitasari, biasa Saya memanggilnya Nopi, atau Kakning (entah kenapa dipanggil
seperti itu, Saya tidak tau). Lahir pada tanggal 5 November 1991. Orangnya
kecil-kecil, menggunakan kacamata, berjilbab, profesinya sekarang sebagai mahasiswa
kedokteran, hobi berwirausaha.
Perkenalan
Pertama
kali ALLAH mempertemukan atau lebih tepatnya meng-interaksi-kan saya dengan Nopi
pada tahun 2009, lebih tepatnya 26 Desember 2009 lewat Facebook. Ya, ketika itu
masih masa-masanya Facebook sangat terkenal dimana-mana. Nopi meng-add Saya,
dan lalu Saya confirm, kemudian terjadi “perkenalan”. Pertama kali Saya pikir
Nopi adalah kawannya kawan Saya di fakultas yang berasal dari Sambas juga.
Karena saat itu dalam pikiran Saya, Sambas itu kotanya tidak besar-besar amat,
jadi setiap orang satu sama lain saling kenal. Oh, rupanya kawan Saya pun
kenal, dan katanya pernah ngeliat orangnya di salah satu kompetisi SMA.
Dari
awal kenal sampai sekarang, mungkin baru 3 kali Saya pernah benar-benar melihat
orangnya, walaupun kata Nopi, dia sering bertemu Saya, tapi Saya-nya saja yang
kurang memperhatikan sekitar.
Yang
pertama ketika acara di gedung POBU, entah gimana Saya langsung bisa yakin
ketika melihat sepintas seseorang yang kecil-kecil, menggunakan kacamata,
berbusana biru muda itu pasti Nopi. Memang, Saya pernah melihat foto orangnya
di Facebook, tapi Saya bukan pengingat yang baik, apalagi di tengah keramaian
acara saat itu. Dari sini Saya menjadikannya sebagai objek belajar photoshop Saya dalam mendesain
gambar tokoh kartun.
Lalu,
pertemuan selanjutnya yang lebih singkat adalah ketika Saya akan keluar dari
masjid Muhtadin UNTAN. Ketika itu di persimpangan belokan depan masjid
Muhtadin, Saya liat ke kiri mengecek ada kendaraan atau tidak sebelum
menyeberang, Saya melihat ada 2 orang menggunakan busana merah marun sedang
berboncengan akan berbelok ke Muhtadin. Dan ketika melihat orang yang
diboncengnya, sepertinya Saya kenal dengan model wajah berkacamata seperti itu.
Tapi Saya langsung lanjut jalan saja. Dan spekulasi Saya, yang Saya lihat waktu
itu adalah Nopi.
Kemudian
pertemuan yang ketiga, ketika membeli es teler di Fak.Kedokteran. Kalau yang
ini sudah sangat yakin yang jaga stand-nya pasti Nopi. Tapi, layaknya penjual
dan pembeli, Saya hanya “order, pay, and go”, tidak macam-macam lagi.
Ada bagian yang paling Saya ingat
ketika Nopi mengajak “bersandiwara” memperdebatkan masalah valentine day di
Facebook. Idenya memang aneh itu orang. Dia berperan sebagai pendukungnya, dan
Saya sebagai kontra-nya. Sampai-sampai ada orang yang mengirim pesan ke Saya,
“Itu kawan kamu kok kayak gitu” (maksudnya “kayak gitu” ngotot dukung v-day).
Dan Saya pun jelaskan kepadanya kalau itu cuma sandiwara pemancing saja. Dalam
hati Saya, “ada-ada aja orang ini nih (Nopi), ini kalau diteruskan sandiwaranya,
bisa-bisa kena kata-katain orang lain.”
Mungkin cerita Saya tentang Nopi tidak
terlalu banyak, karena komunikasi Saya dengan Nopi lebih sering
lewat dunia maya saja, hanya sekedar saling bicara dalam bentuk tulisan,
sehingga tidak benar-benar mengenal. Bahkan dikatakan "kenal" pun mungkin hanya sekedar tau nama & orangnya, tidak berani banyak berkomentar seperti apa orangnya. Karena tidak mungkin bisa mengenali karakter
seseorang lewat dunia maya. Tapi, mungkin menurut spekulasi Saya, orangnya aktif & bersemangat.
Do’a
& Harapan
Do’a dan harapan untuk Nopi :
Mudahkan kuliahnya agar bisa selesai dengan predikat
yang baik.
Jadikan dirinya sebagai dokter yang bertanggungjawab
dengan amanahnya.
Jadikan dirinya sebagai dokter yang sholehah.
Jadikan dirinya sebagai seseorang yang tidak hanya membantu
menyembuhkan fisik orang-orang yang sakit, tapi juga membantu menyembuhkan jiwa-jiwa
umat yang sakit.
Pertemukan dirinya dengan pasangan hidup yang bertanggungjawab,
bisa mensupport dirinya, dan dapat membimbingnya menjadi lebih baik.
Jadikan dirinya sebagai anak yang berbakti kepada
orang tuanya, saudara yang peduli kepada yang lainnya, istri yang taat bagi suaminya,
ibu yang penyayang bagi anak-anaknya, dan sahabat yang bermanfaat bagi
sekitarnya.
Istiqomahkan
dirinya di jalan da'wah.
Limpahkan kesabaran & keikhlasan dalam menghadapi
segala ujian kehidupan.
Semoga ALLAH mempertemukan semangat wirausahanya dengan
pintu-pintu rizki yang halal & berkah.
Jagalah
dirinya dari segala mara bahaya & fitnah dunia, gangguan orang-orang yang
berniat buruk, godaan setan & sekutunya, serta dari siksa api neraka.
Pertemukan
akhir hayatnya dengan kondisi yang khusnul khotimah.
Mudahkan
dirinya untuk memasuki surga ALLAH.
Semoga
selalu dilimpahkan kesejahteraan, dirahmati, dan diberkahi oleh ALLAH.
‘Afwan jika ada salah kata &
sikap selama berinteraksi.
Wassalaamu
'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...

