(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
"Saya belum bisa merealisasikannya 100%, tapi saya membenarkannya 100%"
Pikiran ini muncul ketika saya meng"galau" karena dalil-dalil yang mengharamkan musik, nyanyian, & foto (gambar makhluk bergambar). Seperti yang telah ada di dalam dalil-dalil berikut ini :
Tentang pengharaman musik :
Tentang pengharaman foto :
Terlepas dari shahih atau tidaknya, insyaALLAH sudah banyak yang menshahihkannya. Dalil di atas merupakan salah satu dari beberapa dalil yang mengharamkan nyanyian, musik, & foto, namun jika ingin menelusuri lebih dalam lagi, masih banyak dalil-dalil larangan lainnya.
Saya sangat sependapat dengan dalil-dalil tersebut, karna kini saya dapat melihat & merasakan sendiri kerusakan akibat ketiga hal di atas. Apa itu kerusakannya ?
1. Foto. Merebaknya foto, apalagi saya yang sering berinteraksi dengan dunia internet, saya dapat dengan mudah menemukan foto-foto perempuan cantik di dunia maya, yang menimbulkan bisikan-bisikan setan di dalam hati ini, dan saya yakin tidak hanya saya yang mendapat bisikan-bisikan itu. Baik foto perempuan berjilbab, yang padahal di dunia nyata, saya kesulitan untuk melihat wajahnya, namun di dunia maya, 7x24 jam saya bisa melihatnya. Maupun yang tidak berjilbab. Mungkin memang benar, jika laki2 punya daya imajinasi 4D yang tinggi, sehingga hanya dengan melihat foto saja, bisa berkhayal yang tidak-tidak. Kemudian, foto beberapa orang yang saya kagumi, ternyata bisa menunjukkan tingkah laku "bodohnya" yang tidak pernah saya lihat di dunia nyata, terdokumentasi di dalam foto, ya bisa dibilang bangga dengan kebodohannya. Dalam hati berkata, "inikah sosok seseorang yang saya kagumi selama ini?"
Inilah salah satu efek negatif yang saya rasakan dari foto, alias gambar2 makhluk hidup.
2. Lagu & musik. Dimanapun sekarang bisa terdengar musik, yang lebih miris lagi ketika tempat ibadah menjadi tempat bernyanyi dan mendengarkan musik. Awalnya orang akan beranggapan mendengarkan musik untuk hiburan, tapi kenyataannya musik menjadi seperti sesuatu yang wajib didengar setiap hari. Munculnya lagu & musik "islami" yang pada nyatanya tidak beda dengan lagu & musik lainnya, hanya untuk hiburan melalaikan. Saya pernah membaca, ada band rock islami yang terbentuk dengan alasan "untuk dakwah", yang memperkenalkan salam 1 jari, salam tauhid (hah?). Apakah untuk menghapuskan kemaksiatan, kita harus menyamar menjadi pelaku maksiatnya juga? Melakukan segala cara, baik itu halal atau haram, dengan alasan "dakwah"?
Dalam hati, ku tertawa.
Bahkan kini ketika ada renungan (muhasabah), HARUS ada musiknya, jika tidak ada musik, kurang sreg rasanya. Dalam hati berkata, "Sebenarnya orang yang muhasabah, sedih karna kata-kata muhasabahnya atau musiknya sih? Apakah karna kata-katanya yang kurang menggugah, sehingga harus menggunakan musik untuk memainkan emosi pendengarnya?"
Inilah salah satu efek negatif yang saya rasakan dari musik, dan lagu2.
Meskipun jika suatu saat nanti, mungkin Anda atau siapapun menemukan saya sedang menikmati musik, lagu, atau melihat koleksi foto saya, bukan berarti saya tidak membenarkan dalil-dalil pengharaman di atas. Karna, jujur saya masih menyukai musik-musik instrumental, untuk lagu2 saya sudah sangat jarang mendengarkannya. Saya juga masih menyimpan foto-foto sahabat & keluarga saya. Namun, sekali lagi, itu semua saya lakukan bukan karna saya menolak KEBENARAN dalil-dalil di atas, ataupun saya punya dalil PEMBENARAN lain demi menghalalkan ketiga hal diatas, justru saya melakukannya karna nafsu pribadi saya semata, yang bisa jadi sesuatu yang berdosa.
Seperti perkataan Ibnul Mubarak rahimahullah :
Saya BELUM bisa merealisasikannya 100%, tapi saya membenarkannya 100%.
Berharap jika di hati & pikiran sudah ditanamkan tentang KEBENARAN dalil-dalil di atas, dan juga lisan sering mengatakan KEBENARAN yang benar-benar benar, bukan PEMBENARAN, suatu saat bisa benar-benar terealisasi di dalam prilaku sehari-hari.
Bismillaah... Ya ALLAH, semoga Engkau tanamkan perintah-Mu di dalam hati hamba-Mu ini, dan ringankan jiwa & raga ini dalam melaksanakan perintah-Mu, agar terhindar dari segala bentuk fitnah dunia & kemunafikan hati.
Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
"Saya belum bisa merealisasikannya 100%, tapi saya membenarkannya 100%"
Pikiran ini muncul ketika saya meng"galau" karena dalil-dalil yang mengharamkan musik, nyanyian, & foto (gambar makhluk bergambar). Seperti yang telah ada di dalam dalil-dalil berikut ini :
Tentang pengharaman musik :
"Kelak akan ada sekelompok kaum dari umatku yang akan menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khamar, dan alat-alat musik." (HR. Al-Bukhari no. 5590)Tentang pengharaman nyanyian :
Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata, “Aku bertanya kepada ayahku tentang nyanyian, maka beliau menjawab, Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan di dalam hati, saya tidak menyukainya.” (Riwayat Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf hal. 142)
Tentang pengharaman foto :
Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.” (HR Bukhari & Muslim, dengan lafadz Muslim).
Terlepas dari shahih atau tidaknya, insyaALLAH sudah banyak yang menshahihkannya. Dalil di atas merupakan salah satu dari beberapa dalil yang mengharamkan nyanyian, musik, & foto, namun jika ingin menelusuri lebih dalam lagi, masih banyak dalil-dalil larangan lainnya.
Saya sangat sependapat dengan dalil-dalil tersebut, karna kini saya dapat melihat & merasakan sendiri kerusakan akibat ketiga hal di atas. Apa itu kerusakannya ?
1. Foto. Merebaknya foto, apalagi saya yang sering berinteraksi dengan dunia internet, saya dapat dengan mudah menemukan foto-foto perempuan cantik di dunia maya, yang menimbulkan bisikan-bisikan setan di dalam hati ini, dan saya yakin tidak hanya saya yang mendapat bisikan-bisikan itu. Baik foto perempuan berjilbab, yang padahal di dunia nyata, saya kesulitan untuk melihat wajahnya, namun di dunia maya, 7x24 jam saya bisa melihatnya. Maupun yang tidak berjilbab. Mungkin memang benar, jika laki2 punya daya imajinasi 4D yang tinggi, sehingga hanya dengan melihat foto saja, bisa berkhayal yang tidak-tidak. Kemudian, foto beberapa orang yang saya kagumi, ternyata bisa menunjukkan tingkah laku "bodohnya" yang tidak pernah saya lihat di dunia nyata, terdokumentasi di dalam foto, ya bisa dibilang bangga dengan kebodohannya. Dalam hati berkata, "inikah sosok seseorang yang saya kagumi selama ini?"
Inilah salah satu efek negatif yang saya rasakan dari foto, alias gambar2 makhluk hidup.
2. Lagu & musik. Dimanapun sekarang bisa terdengar musik, yang lebih miris lagi ketika tempat ibadah menjadi tempat bernyanyi dan mendengarkan musik. Awalnya orang akan beranggapan mendengarkan musik untuk hiburan, tapi kenyataannya musik menjadi seperti sesuatu yang wajib didengar setiap hari. Munculnya lagu & musik "islami" yang pada nyatanya tidak beda dengan lagu & musik lainnya, hanya untuk hiburan melalaikan. Saya pernah membaca, ada band rock islami yang terbentuk dengan alasan "untuk dakwah", yang memperkenalkan salam 1 jari, salam tauhid (hah?). Apakah untuk menghapuskan kemaksiatan, kita harus menyamar menjadi pelaku maksiatnya juga? Melakukan segala cara, baik itu halal atau haram, dengan alasan "dakwah"?
Dalam hati, ku tertawa.
Bahkan kini ketika ada renungan (muhasabah), HARUS ada musiknya, jika tidak ada musik, kurang sreg rasanya. Dalam hati berkata, "Sebenarnya orang yang muhasabah, sedih karna kata-kata muhasabahnya atau musiknya sih? Apakah karna kata-katanya yang kurang menggugah, sehingga harus menggunakan musik untuk memainkan emosi pendengarnya?"
Inilah salah satu efek negatif yang saya rasakan dari musik, dan lagu2.
Meskipun jika suatu saat nanti, mungkin Anda atau siapapun menemukan saya sedang menikmati musik, lagu, atau melihat koleksi foto saya, bukan berarti saya tidak membenarkan dalil-dalil pengharaman di atas. Karna, jujur saya masih menyukai musik-musik instrumental, untuk lagu2 saya sudah sangat jarang mendengarkannya. Saya juga masih menyimpan foto-foto sahabat & keluarga saya. Namun, sekali lagi, itu semua saya lakukan bukan karna saya menolak KEBENARAN dalil-dalil di atas, ataupun saya punya dalil PEMBENARAN lain demi menghalalkan ketiga hal diatas, justru saya melakukannya karna nafsu pribadi saya semata, yang bisa jadi sesuatu yang berdosa.
Seperti perkataan Ibnul Mubarak rahimahullah :
"Aku mencintai orang-orang shalih, meski aku bukan termasuk di antara mereka. Aku benci pecandu maksiat, meskipun mungkin aku lebih buruk dari mereka"
Saya BELUM bisa merealisasikannya 100%, tapi saya membenarkannya 100%.
Berharap jika di hati & pikiran sudah ditanamkan tentang KEBENARAN dalil-dalil di atas, dan juga lisan sering mengatakan KEBENARAN yang benar-benar benar, bukan PEMBENARAN, suatu saat bisa benar-benar terealisasi di dalam prilaku sehari-hari.
Bismillaah... Ya ALLAH, semoga Engkau tanamkan perintah-Mu di dalam hati hamba-Mu ini, dan ringankan jiwa & raga ini dalam melaksanakan perintah-Mu, agar terhindar dari segala bentuk fitnah dunia & kemunafikan hati.
Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...