(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
"Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena bisa jadi
suatu saat nanti akan menjadi musuhmu (sesuatu yang dibenci). Dan
bencilah musuhmu sekedarnya saja, karna bisa jadi suatu saat nanti akan
menjadi kekasihmu (sesuatu yang dicintai)". [Ali bin Abi Thalib]
Seringnya
kita mencintai atau membenci segala hal, baik manusia, harta, jabatan,
tindakan, atau amalan hanya dilihat dari apa yang dipandang mata, dan
kehendak hati (atau lebih tepatnya nafsu) belaka.
Ia (iblis) berkata : "Tuhanku,
oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan
menjadikan (keburukan) terasa indah bagi mereka (manusia) di bumi, dan
aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang
terpilih di antara mereka". [Al-Hijr : 39-40]
Hingga muncullah statement, "Kalau
menurut saya baik, berarti baik. Kalau menurut saya benar, berarti
benar. Kalau menurut saya buruk, berarti buruk. Kalau menurut saya
salah, berarti salah".
Dan apabila
dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan di bumi!" Mereka
menjawab, "Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan
perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan,
tetapi mereka tidak menyadari. [Al-Baqarah : 11-12]
Karna
terlalu berpedoman pada kehendak diri sendiri, hingga membuat diri
lupa bahwa sesuatu dapat bernilai kebaikan ataupun keburukan jika hal
itu sesuai dengan apa yang ALLAH perintahkan, dan ALLAH larangkan.
"...Tetapi
bisa jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan
bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. ALLAH
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". [Al-Baqarah : 216]
Lalu,
bagaimana kita bisa mengetahui apa yang benar dan apa yang salah jika
segala hal tentang benar & salah hanya dari sudut pandang ALLAH
saja?
Kembali ke Al-Qur'an, pokok pedoman kehidupan.
"Kitab ini (Al-Qur'an) tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa". [Al-Baqarah : 2]
Jika
tidak berpedoman pada Al-Qur'an, maka pastilah akan berpedoman pada
yang lainnya. Karna sudah fitrahnya manusia untuk mencari
panduan/pedoman, agar dapat menjadi arahan dalam kehidupannya
Wassalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa
barokaatuh…