"KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARIPADA IMAN"

(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...

Hmm... Mungkin boleh berbagi ilmu & inspirasi yg baru didapat malam ini :

1. Ilmu : Baru tau ternyata kata-kata yang sudah membudaya, yaitu "Kebersihan adalah sebagian dari iman" itu bukanlah hadits, melainkan hanya sebuah perkataan biasa. Tapi, perlu diperjelas bahwa dari penjelasan ini bukan berarti Islam tidak mengajarkan kebersihan, ini hanya masalah pondasi utama untuk beramal & beribadah di dalam Islam, yaitu berpondasi pada Al-Qur'an & Sunnah Rasulullah yang dijelaskan dalam hadits-hadits, bukan dari sekedar kata-kata mutiara, peribahasa, ataupun ungkapan-ungkapan lainnya. Kalaupun memang perlu, kata-kata tersebut hanya sebagai pendukung saja, tapi bukan yang utama. Dan juga penjelasan ini agar tidak membudayakan sumber ilmu yang salah. Ya, sumber ilmu, karna jika sudah ditulis "hadits" berarti ilmu tersebut berasal dari perkataan atau perbuatan Rasulullah yang tertulis dalam hadits, tapi pada kenyataannya, rupanya kata "Kebersihan adalah sebagian dari iman" tidak ada bersumber dari Rasulullah, hanya perkataan biasa saja. Seperti halnya dalam penulisan karya ilmiah, kutipan-kutipan yang diambil harus disertakan dengan sumber referensinya, jika tidak sesuai dengan sumbernya berarti tidak valid, atau malah bisa dituduh penipuan.

Memang ada hadits yg mirip seperti kata-kata tersebut, yaitu :

"Bersuci adalah sebagian daripada iman". [H.R.Muslim]

Secara makna, tentu kata "bersih" berbeda dengan kata "suci'. Kita ambil saja contoh satu, yaitu air sirup untuk berwudhu. Air sirup tidak bisa digunakan untuk berwudhu karena meski airnya bersih namun air sirup tidak mensucikan. Namun, jika suatu hal sudah suci, maka hal tersebut sudah tentu bersih. Seperti itulah bedanya antara "bersih" dan "suci".

Memang ada juga hadits lain yang mengajarkan bahwa kebersihan itu penting, yaitu :

"Sesungguhnya ALLAH ta 'ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka, bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi". [H.R.Tirmidzi]

Jadi, sekali lagi, ini hanya masalah pondasi utama dan sumber ilmunya saja, namun tidak merubah ajaran bahwa Islam mengajarkan kebersihan.

2. Inspirasi : Penerapan dari hadits tentang "bersuci" & "kebersihan" di atas ialah :
Teruntuk manusia yang menjadikan segala aktivitasnya sebagai ibadah, maka tampillah dengan penampilan yang suci, bersih, rapi, dan indah. Karna seperti halnya ketika kita akan beraktivitas/bertemu bersama dengan tamu/orang penting/istimewa, maka kita akan berpenampilan sebaik-baik mungkin penampilan kita. Begitu juga ketika kita berharap segala aktivitas kebaikan yang kita lakukan dimanapun & kapanpun untuk mendapat pandangan dari Dzat Yang Maha Istimewa, maka kita juga harus berpenampilan dengan penampilan yang sebaik-baik penampilan kita.

"Sesungguhnya ALLAH itu indah, dan mencintai keindahan". [HR. Muslim]

Wallahu a'lam. 'Afwan jika ada kesalahan dalam penulisan. Tidak bermaksud menggurui, hanya mencoba berbagi hasil eksplorasi. 

Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...