(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
Sedikit catatan nasehat yang berasal dari analisa pribadi...
MENELADANI REALITA USAHA DA'WAH PARA USTADZ KELILING YANG ADA DI PONTIANAK
Mereka yang berda'wah dari satu tempat ke tempat lain. Tanpa mengharap imbalan dari setiap tempat yang didatangi, justru malah terkadang mereka yang memberikan sarana-sarana untuk mempermudah jama'ahnya untuk belajar agama. Hampir setiap hari waktunya dijadwalkan untuk menyampaikan, menjelaskan, serta mengajarkan ilmu ALLAH. Malah terkadang juga mereka harus menambah jadwal da'wah mereka karena ada permintaan mendadak untuk menyampaikan, menjelaskan, serta mengajarkan ilmu ALLAH di dalam suatu kajian dadakan.
Apakah mereka tidak memiliki kehidupan lain selain sebagai da'i?
Tentu saja punya. Di antara mereka ada yang memiliki amanah sebagai kepala keluarga, pengurus yayasan, pedagang, bahkan ada yang masih sebagai pelajar. Namun, segala kehidupan/urusan pribadi itu bukan berarti menggantikan kerja utama mereka sebagai da'i.
Tidak jarang jama'ah yang mereka datangi hanya sedikit bahkan tidak ada, tidak jarang dari jama'ah yang mereka temui tidak mempedulikan apa yang disampaikan, justru malah kadang ada yang mengkritiknya baik secara terang-terangan maupun mengkritik dari belakang.
Tapi, tetap saja mereka tidak pernah merasa jera ataupun merajuk atas segala kesulitan yang dialaminya. Setiap hari, setiap minggu selalu dipenuhinya kerja da'wah yang telah dijadwalkannya jika tidak ada hambatan yang sangat berat.
Jika kerja da'wah yang mereka lakukan hanya untuk manusia, pastilah akan sangat banyak kekecewaan yang menjadikan alasan bagi mereka untuk berhenti dari kerja da'wah yang mereka lakukan. Jelaslah tidak lain & tidak bukan, tujuan yang menguatkan motivasi mereka untuk berlelah-lelah berda'wah keliling hanya karna ALLAH semata.
Jauh sangat perjuangan mereka dibandingkan apa-apa yang telah kita kerjakan, sementara kita menyatakan diri sebagai "Agent of Change".
Hanya membina satu kelompok binaan saja sudah terasa sangat berat. Mengadakan pertemuan rutin bersama para binaan, cuma satu minggu sekali saja sudah terasa sempit waktu yang dimiliki. Bertemu dengan binaan cuma sedikit, tidak sesuai perkiraan saja sudah bisa menjadi alasan untuk mengatakan, "Kita tunda lain hari pertemuannya". Masihkah kita bangga menganggap diri sebagai "Agent of Change" yang mengharapkan perubahan lebih baik, sementara usaha yang kita lakukan sangat jauh dari maksimal?
MENELADANI REALITA USAHA DA'WAH PARA USTADZ KELILING YANG ADA DI PONTIANAK
Mereka yang berda'wah dari satu tempat ke tempat lain. Tanpa mengharap imbalan dari setiap tempat yang didatangi, justru malah terkadang mereka yang memberikan sarana-sarana untuk mempermudah jama'ahnya untuk belajar agama. Hampir setiap hari waktunya dijadwalkan untuk menyampaikan, menjelaskan, serta mengajarkan ilmu ALLAH. Malah terkadang juga mereka harus menambah jadwal da'wah mereka karena ada permintaan mendadak untuk menyampaikan, menjelaskan, serta mengajarkan ilmu ALLAH di dalam suatu kajian dadakan.
Apakah mereka tidak memiliki kehidupan lain selain sebagai da'i?
Tentu saja punya. Di antara mereka ada yang memiliki amanah sebagai kepala keluarga, pengurus yayasan, pedagang, bahkan ada yang masih sebagai pelajar. Namun, segala kehidupan/urusan pribadi itu bukan berarti menggantikan kerja utama mereka sebagai da'i.
Tidak jarang jama'ah yang mereka datangi hanya sedikit bahkan tidak ada, tidak jarang dari jama'ah yang mereka temui tidak mempedulikan apa yang disampaikan, justru malah kadang ada yang mengkritiknya baik secara terang-terangan maupun mengkritik dari belakang.
Tapi, tetap saja mereka tidak pernah merasa jera ataupun merajuk atas segala kesulitan yang dialaminya. Setiap hari, setiap minggu selalu dipenuhinya kerja da'wah yang telah dijadwalkannya jika tidak ada hambatan yang sangat berat.
Jika kerja da'wah yang mereka lakukan hanya untuk manusia, pastilah akan sangat banyak kekecewaan yang menjadikan alasan bagi mereka untuk berhenti dari kerja da'wah yang mereka lakukan. Jelaslah tidak lain & tidak bukan, tujuan yang menguatkan motivasi mereka untuk berlelah-lelah berda'wah keliling hanya karna ALLAH semata.
Jauh sangat perjuangan mereka dibandingkan apa-apa yang telah kita kerjakan, sementara kita menyatakan diri sebagai "Agent of Change".
Hanya membina satu kelompok binaan saja sudah terasa sangat berat. Mengadakan pertemuan rutin bersama para binaan, cuma satu minggu sekali saja sudah terasa sempit waktu yang dimiliki. Bertemu dengan binaan cuma sedikit, tidak sesuai perkiraan saja sudah bisa menjadi alasan untuk mengatakan, "Kita tunda lain hari pertemuannya". Masihkah kita bangga menganggap diri sebagai "Agent of Change" yang mengharapkan perubahan lebih baik, sementara usaha yang kita lakukan sangat jauh dari maksimal?
Evaluasi
& motivasi bagi diri pribadi, kawan-kawan yang menjadi mentor,
murobbi muda, serta para pemuda-pemudi lainnya yang mencoba untuk
menjadi "Agent of Change" yang memimpikan perubahan peradaban yang lebih
baik, peradaban ISLAM.
Wassalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa
barokaatuh…