(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi
wa barokaatuh...
Asshabiyah. Hmm… Bicara tentang
asshabiyah, saya kurang mengerti tentang bahasa arab, hanya saja kadang
orang-orang sering mengartikan bahwa asshabiyah itu artinya membangga-banggakan
kelompoknya sendiri. Entah itu kelompok suku, jama’ah, komunitas, organisasi,
dan lain-lain. Teori yang pernah saya dapatkan, sifat asshabiyah adalah sifat
jelek yang harus dibuang, karena asshabiyah itu bagaikan cinta buta, tidak
peduli salah atau benar, seseorang yang sudah jatuh ke asshabiyah maka dia
tidak akan mundur untuk membela (membangga-banggakan) kelompoknya. Ya, teorinya
seperti itu.
Tapi, jika melihat realitanya,
banyak yang mengatakan jauhi asshabiyah, namun dirinya sendiri asshabiyah. Mengatakan
bahwa kelompok lain asshabiyah, namun diam-diam secara perlahan mengajak orang
lain untuk meng-asshabiyahi kelompoknya sendiri. Ada yang asshabiyah dengan
jama’ahnya, partai politiknya, fakultasnya, atau apalah. Dan sepertinya memang
sudah sifat manusiawi manusia untuk cinta kepada lingkungannya, dalam artian
kelompoknya tempat dirinya bergelut. Jadi, berikan senyuman saja jika ada yang
mengatakan “JANGAN ASSHABIYAH”, karena kenyataannya hanya teori belaka.
Dan saya pun punya sesuatu yang
paling saya asshabiyah kan, yang paling saya bangga-banggakan, namun bukan dalam
artian melebih-lebihkannya agar terlihat bagus dipandang dari luar, karena
sangat banyak kekurangan apa yang saya asshabiyahkan ini. Hanya saja asshabiyahnya
saya pada kelompok ini, karena saya punya sesuatu yang ingin saya wujudkan,
maka saya harus bisa mencintainya, maka saya harus punya kebanggaan berada di dalamnya.
Wassalaamu 'alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh...
