MONOLOG : SAMPAI KAPAN?

(Bismillaahirrohmaanirrohiim)
Assalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…

Hanya sebuah monolog yang berdasarkan dari dialog :

Pertanyaan : Antum berapa lama berada di da'wah sekolah?! (dengan nada agak keras)

Perjawaban : Sampai ALLAH memberhentikan Saya.

Pertanyaan : Antum kan harus naik ke jenjang selanjutnya, jadi tidak mungkin Antum terus-terusan berada di sini.

Perjawaban : Memang, makanya Saya bilang, "Sampai ALLAH memberhentikan Saya", entah kapan Saya diberhentikan, itu tergantung ALLAH punya rencana. Masalah jenjang? Siapa yang peduli dengan jenjang, bukan masalah profesi ni, makin tinggi jenjang makin tinggi gaji. Kalau memang kenaikan jenjang harus membuat Saya melupakan amanah yang sekarang, Saya lebih milih tidak naik kemana-mana.

Pertanyaan : Kenapa? Apa karena di sini lebih mudah mengurusinya?!

Perjawaban : "Mudah"?! Hey, mau di sini, di sana, di situ atau dimanapun, yang namanya amanah itu sama. Jika Anda berkata mengurusi da'wah sekolah itu mudah, coba saja buktikan. Bisakah antum istiqomah dengan "kemudahan" amanah mengurus di sini.

Pertanyaan : Tapi kan di tempat lain ada yang butuh Antum?

Perjawaban : "Butuh"... Ini dalam artian secara organisasi kan? Jika dalam artian secara organisasi, Saya bukanlah organisator yang baik. Silakan tanyakan kepada orang yang kenal Saya, organisasi mana yang pernah genah kalau Saya yang mengurusinya. Bagi Saya, organisasi itu hanyalah & terlalu banyak formalitas, terlalu banyak aturan & batasan yang kadang membuat gerak sendiri menjadi tidak bebas, terlebih lagi Saya bukan tipe orang yang punya ketaatan yang bagus. Saya lebih suka berada bersama tim-tim kecil, yang meskipun tidak punya "ketenaran" seperti organisasi-organisasi besar, namun punya kemauan untuk membangun tujuan bersama.

Pertanyaan : Maksudnya, bukan organisasi saja, tapi bisa jadi dibutuhkan di hal lain.

Perjawaban : Untuk masalah keorganisasian, sudah Saya bilang tadi. Tapi, untuk masalah non-organisasi, insyaALLAH selama Saya masih bisa bantu, Saya bantu. Karena sama sekali tidak pernah Saya punya niatan untuk jadi organisator ataupun aktivis yang baik. Hanya ingin memanfaatkan hidup yang tersisa, untuk bermanfaat sebaik-baiknya. 

Wassalaamu ‘alaykum wa rohmatullaahi wa barokaatuh…